apakah setiap nukleus mengandung dna atau rna

A. Sel dikatakan sebagai satuan structural karena: a. Setiap makhluk hidup tersusun atas sel. b. Sel merupakan bagian terkecil penyusun makhluk hidup. c. Organism terbagi atas : satu sel ( uniseluler) dan banyak sel ( multiseluler) d. Sel sebagai unit struktural terkecil makhluk hidup. Kromosomterdapat pada nukleus (inti sel) setiap sel. Kromosom dapat diamati pada tahap metafase saat pembelahan mitosis maupun meiosis. Sifat Kromosom DNA dan RNA. Asam nukleat adalah polinukleotida yang terdiri dari unit-unit mononukleotida, jika unit-unit pembangunnya dioksinukleotida maka asam nukleat itu disebut dioksiribonukleat (DNA DNA(d eoxyribo n ucleic a cid) adalah sebuah rantai nukleotida.Setiap nukleotida mengandung gugus fosfat, gula pentose – deoksiribosa, dan sebuah basa nitrogen. Basa nitrogen ada 4 macam, yaitu 2 basa purin dengan double ring dan 2 basa pirimidin dengan a single ring.Basa purin terdiri dari guanine (G) dan adenine (A), sedangkan basa pirimidin terdiri dari timin (T) Asamnukleat adalah kelas senyawa biokimia yang mencakup DNA dan RNA. Molekul-molekul ini dibangun dari monomer kecil yang disebut nukleotida. Banyak nukleotida mengikat bersama untuk membentuk rantai yang disebut polinukleotida. Asam nukleat DNA (asam deoksiribonukleat) terdiri dari dua rantai polinukleotida. Apakahtubuh manusia memiliki RNA? Ya, sel manusia mengandung RNA. Mereka adalah pembawa pesan genetik bersama dengan DNA. Tiga jenis utama RNA adalah: Transfer RNA (tRNA) – ia bertindak sebagai molekul adaptor dalam sintesis protein. Apa perbedaan antara DNA dan RNA? DNA mengandung gula deoksiribosa, sedangkan RNA mengandung gula Rencontre Avec Les Femmes Celibataires Au Mali. Hal ini menentukan karakteristik dan sifat yang diturunkan makhluk hidup. Dengan bantuan DNA, para ahli juga bisa menunjukkan perbedaan satu organisme dan organisme lainnya. RNA juga tersusun dari materi yang sama dengan DNA dan bertanggung jawab sebagai pembawa informasi genetik, terutama pada virus. Dikutip dari Britannica, RNA pada tubuh manusia juga memiliki fungsi sebagai pembawa dan penerjemah kode genetik untuk pembentukan sintesis protein dalam sel. 3. Lokasi Sebagian besar DNA terletak di inti sel nukleus. Di dalam inti sel tersebut, DNA disusun menjadi struktur padat disebut sebagai kromosom. Selain itu, sejumlah kecil DNA juga bisa ditemukan pada mitokondria. Organ sel organel ini mengambang bebas dalam cairan sitoplasma yang mengelilingi nukleus. RNA dalam sel bisa ditemukan pada lokasi yang berbeda, tergantung pada jenisnya. Rantai genetik ini bisa berada di nukleus, sitoplasma, atau ribosom. Jenis-jenis RNATiga jenis utama RNA terlibat dalam proses pembentukan protein, yakni messenger RNA mRNA, transfer RNA tRNA, dan ribosomal RNA rRNA. 4. Struktur Perbedaan antara DNA dan RNA terlihat dari strukturnya. Struktur DNA adalah heliks ganda bentuk -B, yakni dua buah molekul beruntai yang terdiri dari rantai panjang nukleotida. Sebaliknya, struktur RNA umumnya berbentuk heliks tunggal bentuk -A yang terdiri dari rantai nukleotida yang lebih pendek. Nukleotida sendiri merupakan struktur pembentuk DNA dan RNA yang penting untuk perkembangan sel pada tubuh manusia dan penggantian jaringan yang rusak. 5. Komposisi gula DNA mengandung gula deoxyribose deoksiribosa, sedangkan RNA mengandung gula ribose ribosa. Satu-satunya perbedaan DNA dan RNA ini terletak pada gugusnya. Ribosa memiliki satu gugus -OH yang lebih banyak daripada deoksiribosa. Ini membuat RNA lebih tidak stabil dalam basa, sebab ribosa lebih reaktif dibandingkan deoksiribosa. 6. Komposisi basa Perbedaan DNA dan RNA juga terlihat dari komposisi pasangan basa nitrogen yang dimilikinya. DNA memiliki empat basa, yakni guanin G, sitosin C, adenin A, dan timin T. Dalam struktur heliks ganda, basa akan saling membentuk pasangan, yakni GC guanin-sitosin dan AT adenin-timin. RNA pada dasarnya juga memiliki susunan basa yang hampir sama, tetapi basa keempat atau timin T digantikan dengan urasil U. Urasil berbeda dari timin karena tidak memiliki gugus metil pada cincinnya. 7. Perkembangan Salah satu kemampuan unik yang dimiliki oleh DNA yakni memperbanyak diri replikasi dengan bantuan enzim polimerase DNA. Sementara itu, RNA tidak melakukan proses replikasi, tetapi menyalin informasi genetik DNA ke dalam bentuk RNA transkripsi. Hal ini juga dilakukan dengan bantuan enzim polimerase RNA . Alhasil, inilah yang menjadikan RNA sebagai membawa informasi genetik. Ia menjadi salinan DNA yang dibentuk dari sel tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya. 8. Reaktivitas kemampuan untuk mengalami reaksi Perbedaan DNA dan RNA juga berkaitan dengan sifat pengaktifan kembali reaktivasi molekul pembentuknya. Ikatan CH dalam DNA membuat strukturnya cukup stabil terhadap enzim yang menyerangnya. Alur kecil pada heliks juga berfungsi melindungi agar enzim tidak mudah menempel. Sebaliknya, ikatan OH dalam RNA membuat molekul lebih reaktif. RNA tidak stabil dalam basa dan alurnya yang besar juga membuatnya lebih rentan pada serangan enzim. Meski begitu, RNA memiliki sifat reaktivitas tinggi mudah mengalami reaksi kimia sehingga akan terus diproduksi, digunakan, dan didaur ulang kembali. 9. Kerusakan ultraviolet UV Pada umumnya, molekul DNA lebih rentan mengalami kerusakan dibandingkan dengan RNA yang relatif lebih tahan saat terpapar sinar ultraviolet UV. DNA mungkin akan mengalami kerusakan setiap hari. Meski begitu, tubuh memiliki mekanisme untuk terus memperbaiki kerusakan tersebut. Namun, kerusakan yang tidak bisa diperbaiki bisa memicu mutasi. Akibatnya, rusaknya DNA ini dapat menyebabkan sel normal berkembang jadi sel kanker. Tes DNA menjadi salah satu cara untuk mencegah dan menentukan perawatan kanker. Prosedur ini juga membantu diagnosis kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga. DNA dari setiap orang hampir identikMenurut National Human Genome Research Institute, DNA semua orang pada dasarnya 99,9% identik. Adapun, perbedaan 0,1% akan memengaruhi keunikan setiap orang, misalnya pada warna mata, kulit, dan rambut. Inti sel memegang peranan penting dalam kerja sel di tubuh. Saking pentingnya, organ yang dikenal dengan sebutan nukleus ini ditemukan di setiap sel tubuh manusia, kecuali beberapa sel tertentu, seperti sel darah merah. Pada dasarnya, sel terdiri dari beberapa organ atau struktur yang disebut dengan organel. Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang paling menonjol dalam sel tubuh. Inti sel ini terbungkus oleh selubung inti membran yang mengandung kromosom. Fungsi Inti Sel Setiap organel memiliki peran yang berbeda-beda. Inti sel sendiri memiliki fungsi utama sebagai pusat informasi dan kendali seluruh aktivitas sel. Jika diibaratkan dengan tubuh manusia, inti sel atau nukleus memiliki peran yang mirip dengan otak. Tak hanya itu, beberapa fungsi lain dari inti sel atau nukleus adalah Menyimpan informasi genetik dalam bentuk deoxyribonucleic acid DNA Mengontrol pertumbuhan dan pembelahan sel Mengatur metabolisme sel dengan mensintesis berbagai enzim Memproduksi RNA Memproduksi ribosom Dari beragam fungsi nukleus yang disebutkan di atas, tak heran jika organel yang satu ini dianggap paling vital dan menonjol dibandingkan jenis organel lainnya. Bahkan, inti sel menyumbang sekitar 25 persen volume sel. Bagian-Bagian Inti Sel Secara umum, inti sel atau nukleus terdiri dari empat bagian utama, yaitu 1. Selubung inti Selubung inti adalah selaput halus yang melapisi inti sel. Bagian sel ini memiliki fungsi sebagai pelindung sekaligus pemisah dengan organel lainnya. Selubung inti sel memiliki celah kecil atau pori-pori yang menjadi tempat keluar masuknya molekul. 2. Nukleoplasma Nukleoplasma adalah cairan kental di dalam inti sel atau nukleus yang mengandung banyak protein dan zal lainnya, seperti mineral, DNA, dan RNA. Selain berfungsi sebagai tempat untuk mengolah berbagai enzim, bagian yang disebut dengan karioplasma ini juga berperan dalam membantu menjaga bentuk dan struktur inti sel. 3. Nukleolus Nukleolus adalah bagian dalam inti sel yang berbentuk bulat, padat, dan berwarna gelap. Nukleolus tidak dilengkapi oleh membran selaput pelindung di bagian luarnya. Bagian ini memainkan peran penting dalam memproduksi ribosom yang bertindak sebagai tempat pembentukan protein di dalam sel. 4. Kromosom Kromosom adalah struktur berupa benang halus yang terletak di dalam inti sel. Kromosom berisi sekumpulan DNA yang menyimpan informasi genetik. Agar berfungsi dengan baik, DNA perlu dikombinasikan dengan protein. Kombinasi DNA dan protein di dalam kromosom ini disebut juga dengan kromatin. Setelah mengetahui fungsi inti sel dan bagian-bagiannya, kita bisa menyadari bahwa organel terbesar ini memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, penting untuk menjaga sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas dan efek negatifnya, sehingga kita bisa terhindar dari berbagai penyakit kronis. PERBEDAAN DNA dan RNA sangat penting ketika mempelajari sel makhluk hidup. Dengan mudah kita dapat melihat perbedaan DNA dan RNA yang bisa dilihat dari kepanjangan singkatannya, yaitu asam deoksiribonukleat dan asam ribonukleat. Keduanya merupakan senyawa kimia yang dapat dibuat oleh tubuh kita, dan memiliki peran vital untuk perkembangan serta pertumbuhan manusia secara keseluruhan. DNA deoxyribonucleic acid dan RNA ribonucleic acid sama-sama membawa informasi genetik. DNA dan RNA merupakan molekul terpenting dalam biologi sel. Keduanya bertanggung jawab atas penyimpanan dan pembacaan informasi genetik. Perbedaan DNA dan RNA dapat dilihat secara struktural maupun fungsional. Perbedaan DNA dan RNA berkaitan dengan fungsi, struktur, komposisi, dan reaktivitas dan lain-lain. Berikut penjelasannya. Gula DNA memiliki kandungan gula bernama deoxyribonucleic acid. Jenis gula ini mengandung kandungan basa A adenine, T timin, C citocine, dan G guanine. Untuk RNA, gula yang ada di dalamnya disebut ribosa. Adapun kode yang dimilikinya adalah A adenine, U uracile, C citocine, dan G guanine. Satu-satunya perbedaan antara ribosa dan deoksiribosa adalah ribosa memiliki satu gugus -OH lebih banyak daripada deoksiribosa, yang memiliki -H terikat pada karbon kedua 2 ' di dalam cincin. Perbedaan DNA dan RNA yang tak kalah penting adalah fungsinya. DNA dan RNA memiliki fungsi yang berbeda pada manusia. DNA bertanggung jawab untuk menyimpan dan mentransfer informasi genetik, sedangkan RNA secara langsung mengkode asam amino dan bertindak sebagai pembawa pesan antara DNA dan ribosom untuk membuat protein. DNA berfungsi sebagai informasi genetik jangka panjang. DNA menjadi transmisi informasi genetik untuk membuat sel lain dan organisme baru. Sementara RNA digunakan untuk mentransfer kode genetik dari inti ke ribosom untuk membuat protein. RNA digunakan untuk mengirimkan informasi genetik pada beberapa organisme dan mungkin merupakan molekul yang digunakan untuk menyimpan cetak biru genetik pada organisme primitif. DNA ditemukan didalam nukleus atau inti sel dan juga didalam cairan inti sel atau nucleoid, sedangkan RNA ditemukan didalam sitoplasma sel, nukelus, dan ribosom. Dilansir dari Microbe Notes, DNA tidak bisa meninggalkan inti nukleus, sedangkan RNA dapat meninggalkan intinya. Rantai DNA memiliki bentuk double heliks yang terdiri dari dua rantai yang saling berpilin, sedangkan RNA hanya terdiri atas satu rantai atau heliks tunggal. RNA juga memiliki rantai nukleotida yang jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan rantai DNA. Basa Basa nitrogen dalam DNA adalah unit dasar kode genetik, dan susunan serta pasangannya yang benar penting untuk fungsi biologis. Empat basa yang menyusun kode ini adalah adenin A, timin T, guanin G, dan sitosin C. Basa berpasangan bersama dalam struktur heliks ganda, pasangan ini adalah A dan T, serta C dan G. DNA dan RNA juga memiliki basa nitrogen yang hampir identik. Keduanya memiliki basa adenin, sitosin, dan guanin. Namun, DNA menggunakan basa keempat yang disebut timin. Basis keempat RNA adalah urasil. Satu-satunya perbedaan di sini adalah urasil tidak memiliki gugus metil. Perbedaan DNA dan RNA juga bisa dikenali dari reaktivitasnya. Ikatan C-H dalam DNA membuatnya cukup stabil, ditambah tubuh menghancurkan enzim yang akan menyerang DNA. Lekukan kecil di heliks juga berfungsi sebagai perlindungan, memberikan ruang minimal bagi enzim untuk menempel. Ikatan O-H di ribosa RNA membuat molekul lebih reaktif, dibandingkan dengan DNA. RNA tidak stabil dalam kondisi basa, ditambah alur besar dalam molekul membuatnya rentan terhadap serangan enzim. RNA secara konstan diproduksi, digunakan, didegradasi, dan didaur ulang. DNA rentan terhadap kerusakan UV. Sementara RNA relatif tahan terhadap kerusakan akibat sinar UV. OL-13 Baca Juga Apa sih Bedanya Nabi dan Rasul dalam Islam? Tugasnya Beda? Ini Penjelasannya Ya, setiap nukleus mengandung DNA atau RNA. Nukleus inti sel berperan sebagai pengendali seluruh kegiatan sel dan ekspresi materi genetik. Di dalam nukleus terdapat benang-benang kromatin yang terdiri atas DNA materi genetik organisme. Di dalam inti sel terdapat Nukleolus anak inti, berfungsi menyintesis berbagai macam molekul RNA asam ribonukleat yang digunakan dalam perakitan ribosom. Ribosom penting bagi sintesis protein dalam sel. Nukleoplasma cairan inti, merupakan zat yang tersusun dari protein. Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma, tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Pada saat sel membelah, butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA asam deoksiribonukleat yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein. Pengertian DNA deoxyribonucleic acid Struktur DNA DNA merupakan materi genetik yang terdapat pada semua sel makhluk hidup dan kebanyakan membawa informasi yang diperlukan untuk sintesis protein dan replikasi. Gambar 1. DNA Struktur DNA rantai helix ganda double helix.Setiap rantai adalah polinukleotida, dan terdiri atas nukleotida, masing-masing dari nukleotida tersusun atas tiga unit yaitu gula, basa dan dalam nukleotida terdapat nukleosida, yakni gula yang berpasangan dengan basa. Setiap nukleotida dalam polinukleotida dihubungkan dengan ikatan kimia yang sama ikatan basa. Struktur nukleotida terdiri dari. Satu molekul gula Ada dua macam gula, yaitu ribosa pentosa dan dioxiribosa aldopentosa Pasangan basa Pasangan basa terdiri dari dua macam yaitu basa purin dan pirimidin. Purin terdiri atas adenine A dan guanine G dengan ikatan tunggal hydrogen. Sedangkan, pirimidin terdiri atas sitosinin S dan timin T. Pasangan basa dihubungkan dengan ikatan hidrogen, purin berpasangan dengan primidin A-T dengan dua ikatan hydrogen sedangkan G-S dengan tiga ikatan hidrogen. Fosfat Fosfat yang dihubungkan dengan gula pentosa membentuk sebuah ikatan yang disebut ikatan fosfodiester. Baca Juga Pembentukan Tulang Karakteristik DNA DNA memiliki struktur seperti rantai, dengan rantai helix ganda double helix yang memilin yang dapat bereplikasi sendiri. Selain itu, terdapat karakteristik DNA yang lain diantaranya Besar ukuran pada sel haploid mencapai 3x 10 9 pasangan basa Satu kromosom panjangnya ± 7 cm Rantainya dapat terpisah denaturasi karena alkali dan suhu panas Denaturasi dapat terjadi saat DNA berada dalam kondisi panas mendekati 1000 celcius maka akan terpisah, terlebih DNA dengan pasangan basa A-T yang hanya memilki dua ikatan hidrogen, karena pasangan basa G-C memliki 3 pasangan hydrogen akan lebih tahan terhadap panas. Dan dapat mengalami Renaturasi saat kembali dalam kondisi semua suhu turun, dengan RNA yang utuh bertemu kembali dengna pasangannya yang sesuai. Berfungsi sebagai materi genetik pembawa sifat DNA sebagai materi genetik, berfungsi dalam pengekspresian gen,DNA mengatur segala aktivitas sel,dan mampu membentuk cetakan-cetakan protein yang dibutuhkan oleh sel. Bereplikasi/menggandakan diri menjadi dua dengan komposisi yang samaberfungsi dalam sintesis protein. Gambar 2. Struktur DNA Replikasi DNA Gambar 3. Replikasi DNA Replikasi DNA bersifat semikonservatif, yaitu kedua untai DNA bertindak sebagai cekatan untuk pembuatan untai-untai DNA baru. Replikasi DNA merupakan proses persiapan materi genetik untuk melakukan pembelahan reproduksi. Sel prokariota terus-menerus melakukan replikasi DNA. Pada eukariota, waktu terjadinya replikasi DNA sangatlah diatur, yaitu pada fase daur sel, sebelum mitosisatau meiosisi. Baca Juga Sejarah Penemuan Virus Kecepatan replikasi organisme eukariotik 10 kali lebih lama dari prokariotik dikarenakan ribosom pada sel eukariotik berada di luar nucleus, sehingga mRNA harus melewati membrane nucleus. Sedangkan, replikasi genom manusia membutuhkan waktu 8 bersifat semi konservatif dan tejadi dalam dua arah didirection, yang arah sintesanya dari 5 ke 3. Berikut tahapan terjadinya replikasi DNA Tahapan Replikasi Tahapan Inisiasi Pembukaan Rantai Double Helix dengan bantuan DNA mengubah ATP menjadi ADP sebagai energy untuk membuka dan memperpanjang cabang rantai DNA yang helikase, merupakan protein yang membantu tahap replikasi DNA, terdiri dari Helikase II / III, yang melekatkan cetakan yang rantai tertinggal 3-5’ menjadi arah 5-3’ Rep protein, yang mengikat rantai pertama yang sedang disintesis dan diubah arahnya manjadi 3-5’ DNA mulai direplikasi oleh DNA Polimerase III Di bantu dengan topoisomerase DNA girase yang mengurangi tegangan untai DNA, setelah itu untaian DNA tunggal dilekati oleh protein-protein pengikat untaian tunggal untukmencegah terbentuknya heliks ganda kembali. Rantai DNA diperpanjang hingga membentuk untaian tunggal DNA baru Leading strand untaian baru dengan arah yang benar dari 5-3’ Lagging strand untaian baru yang arahnya dari 3-5’ sehingga mengalami retakan-retakan pada untaiannya RNA primer memiliki enzim primase untuk melekatkan RNA primer, enzim primase mampu membentuk fragmen-fragmen Okazaki. RNA primers memulai mensintesis DNA hanya sekali pada leading strand, sedangkan pada lagging strand dimulai pada setiap fragmen okazaki. Enzim primase dapat bergabung dengan polipeptida lainnya dan pada saat itu primosome aktif, primosome mengubah arah sintesa dari 3-5’ menjadi 5-3’, primosome hanya akan muncul pada saat RNA primer lepas. RNA primers lepas kemudian, kemudian diambil alih oleh DNA polymerase I untuk disintesis hingga mendekati bagian-bagian fragmen okazaki yang mendahuluinya, kemudian diubah arah sintesa menjadi 5-3’ Fragmen-fragmen okazaki yang berdekatan digabungkan oleh DNA ligase Hipotesis Replikasi DNA Ada tiga hipotesis tentang replikasi DNA yang menjelaskan bagaimana pita double helix DNA membuat salinannya pada proses replikasi DNA, yaitu sebagai berikut Hipotesis konservatif, pita double helix DNA membentuk pita baru dalam keadaan utuh Hipotesis semi konservatif, pita double helix DNA terbuka kemudian masing-masing membentuk pita baru sebagai pelengkapnya Hipotesis dispersal, campuran antara potongan pita double helix DNA yang lama dengan yang baru dibentuk Baca Juga Jaringan Epidermis DNA Repair DNA Repair merupakan proses perbaikan DNA yang mengalami kerusakan, diantaranya karena Modifikasi basa perubahan kimia, kehilangan basa, ikatan kovalen antar basa yang berdekatan Gagalnya transkripsi dan translasi DNA Kerusakan DNA parah DNA putus DNA repair dikelompokkan dalam 3 cara, yaitu Damage Revesal, langsung digantikan Merupakan cara termudah karena tidak perlu dilakukan pemotongan DNA, hanya perlu diganti saja. Damage Removal, dihilangkan Lebih rumit karena harus melakukan pemotongan untuk mengganti, dan terbagi menjadi, Base excision repair dengan hanya mengganti satu basa yang rusak dan diganti dengan yang lain. Mismatch repair dengan penggantian basa yang tidak sesuai yang dilakukan dengan enzim. Nucleotide excision repair dengan cara memotong salah satu segmen DNA yang mengalami kerusakan. Damage Tolerance, mentoleransi kesalahan, terbagi menjadi, Homolongous recombination HR, menggunakan sister kromatid untuk memperbaiki kerusakan tanpa delesi. Non homologous end joining NHEJ, bila putusnya tidak sama makan akan diratakan dulu dengan eksonukleuse, kemudian ada enzim tertentu yang bekerja dan akan menggabungkan dengan delesi. Gambar 4. DNA Repair RNA ribonucleic acid Struktur RNA RNA merupakan makromolekul, yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik yang hanya terdapat pada virus tertentu. RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida atau disebut juga single helix. Setiap ribonukleotida terdiri dari tiga gugus molekul yaitu 5 karbon, basa nitrogen dan gugus fosfat. Berbeda dengan DNA, pasangan basa pirimidin RNA terdiri dari sitosin S dan urasil U. Pasangan basa purin terdiri dari adenin A dan timin T. Tipe RNA Ada tiga tipe RNA yang akan dibentuk pada saat diperlukan dalam proses sintesis protein, diantaranya RNA ribosom RNAr. RNAr dicetak oleh DNA di dalam nukleus. RNAr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom yang disusun menjadi subunit, berfungsi membantu penempelan antara kodon dan antikodon dalam ribosom. RNA transfer RNAt. RNAt memiliki tiga rangkaian basa pendek pada salah satu ujungnya yang disebut antikodon, yang berfungsi membawa asam amino spesifik dari sitoplasma yang berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada RNAd. RNA massenger RNAm, disebut juga RNA duta RNAd. RNAd merupakan kode genetik kodon dari kromosom inti ke ribosom. Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan untuk menentukan urutan asam amino pada rantai polipeptida. Sintesis Protein Protein merupakan komponen organik terbesar pada sel-sel tubuh kita 10-15%. Protein sel merupakan penanda untuk penyakit-penyakit metabolik tertentu. Oleh karena ituprotein berperan penting dalam metabolisme sel. Enzim-enzim,vitamin,zat regulator,hormon-hormon tertentu juga merupakan protein. Sintesa Protein pada Prokariotik – Eukariotik Sintesa protein merupakan suatu proses yang dinamis, dapat berubah-ubah tergantung lingkungan. Terdapat perbedaan proses sintesa protein pada sel prokariotik dan eukariotik DNA di sitoplasma, yaitu Prokariotik DNA di sitoplasma Proses transkripsi dan translasi terjadi di sitoplasma Produk RNA primer hasil transkripsi DNA dapat langsung berfungsi Eukariotik DNA di dalam inti Proses transkripsi terjadi dalam inti sementara translasi di ribosom RNA primer harus mengalami proses maturasi terlebih dahulu untuk menjadi RNA fungsional. Baca Juga Jaringan Otot Pada sel eukariot proses transkripsi maupun maturasi RNA primer ini terjadi didalam inti sel. Maturasi berupa proses Capping pembuatan tudung pada ujung 5’ dengan 7-metil-guanosin. Selain Capping; terjadi pula penambahan ekor poliadenilat pada ujung 3’. Jumlah penambahan poli A bervariasi dari 100-200 basa nitrogen. Selanjutnya RNA primer mengalami splicing pemotongan/penipisan intron oleh SnRNA dan HnRN Protein dengan ribosom, yaitu suatu ribonukleat enzim sebagai suatu katalisator. Pada saat terjadi splicing RNA, terbentuk struktur seperti kait. Setelah selesai proses ini, maka RNA primer sudah menjadi fungsional menjadi maturasi m-RNA. Fase selanjutnya adalah transportasi RNA mature ini melalui membran inti menuju ribosom di sitoplasma. Tahapan Sintesa Protein Sintesa protein terjadi dalam dua tahap, yaitu transkripsi dan translasi. Transkripsi Pada tahap ini kodon-kodon pada potongan benang DNA disalin ke RNA. m-RNA berfungsi sebagai pembawa pesan antara DNA dan protein yang nantinya bersintesis. Proses ini berlangsung dalam suatu sistem transkripsi disebut sistron. Arah penyalinan kodon-kodon dari ujung 5’ ke 3’ Dimulai dari tempat inisiasi AUG ke tempat terminasi UAG,UAA,UGA RNA Polimerase menempel pada promoter di rantai DNA danmemisahkan kedua rantai pita DNA. Rantai nukleotida RNA bebas berpindah dan ikatan hidrogen melengkapi basa pada rantai DNA. RNA Polimerase berkaitan ke rantai nukleotida RNA pada arah 5’ ke 3’. Rantai RNA yang sudah dibentuk melepaskan diri dari rantai DNA. RNAm ditransportasikan ke retikulum endoplasma. Kemudian ribosom membaca sekuens RNAm. Untuk mengubah RNAm kedalam bentuk protein digunakan RNAt untuk membaca sekuens RNAm. Sekali baca ditranslasikan 3 nukleotida menjadi satu asam amino. Syarat terjadinya transkripsi adalah adanya interaksi antara promotor dengan enzim RNA Polimerase. Promotor merupakan pemacu transkripsi dan syarat mutlak terjadinya transkripsi. Enzim RNA Polimerase Pada prokariotik hanya ada 1 macam RNA-Polimerase Pada eukariotik ada 3 macam RNA-Polimerase I,II,III Polimerase I mengkode ribosom DNA Polimerase II mengkode gen-gen yang bekerja selama transkripsi, pre m-RNA , snu-RNA, m-RNA dan sebagian kecil sn-RNA Polimerase III mengkode t-RNA dan RNA-RNA kecil contohnya sn-RNA Baca Juga Cara Kerja Ginjal Terdapat tiga tahapan, yakni Inisiasi munculnya promoter sebagai akibat menempelnya RNA polimerse pada bagian DNA tertentu. Elongasi terjadi selama proses transkripsi, hingga promoter berada pada bagian akhir terminator. Terminasi berhentinya promotor men-transkrip DNA karena terminator, dan menghasilkan untaian m-RNA Di dalam satu untai DNA, terdapat banyak RNA polymerase yang mampu bekerja di sepanajng bagian tertentu, yang dapat menghasilkan m-RNA, sehingga sel mampu menghasilkan banyak protein dengan jenis yang sama dalam waktu yang singkat pula. Translasi Translasi merupakan proses penerjemahan kodon-kodon m-RNA dalam bentuk polipeptida urutan asam amino di ribosom. Penerjemahan satu kodon menghasilkan satu asam amino. Dimulai dengan penerjemahan kodon-kodon triplet dari awal sampai akhir. Tahap translasi mengikutsertakan r-RNA ribosomal RNA.Ribosom terbagi menjadi dua jenis yakni sub unit kecil yang tersusun atas satu m-RNA, sedangkan sub unit besar tersusun atas dua m-RNA dan beberapa jenis protein di dalamnya. Dua sub unit ini tidak akan menyatu selama belum terjadinya sintesis protein. Pada proses ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu Inisiasi,Translasi,Elongasi, dan terminasi. Inisiasi Diawali dengan menempelnya ribosom unit kecil pada bagian ujung 5’ RNAd. RNAt pertama inisiatordatang membawa asam amino metionin dengan antikodon UAC pada RNAd tepat pada kodon start AUG pada posisi P. Proses pelekatan ribosom unit besar dengan ribosom unit kecil. Ribosom unit besar memiliki 3 posisi khusus pelekatan RNAt, yaitu A, P, dan E. Posisi A paling kanan sebagai temat masuknya RNAt yang membsawa asam amino. Posisi P ditengah sebagai tempat RNAt melepaskan asam amino. Posisi E paling kiri sebagai temapt keluarnya RNAt dari ribosom. Elongasi Elongasi dimulai dengan munculnya t-RNA baru yang membawa asam amino dan anti kodon yang baru pula. Terjadi pergeseran t-RNA dengan asam amino pembuka kunci-AUG dengan t-RNA yang baru dengan anti kodon dan asam amino baru Sub unit besar memilki tiga sisi atau tempat yaitu E-site, P-site dan A-site. Jadi pergeseran dari A-site menuju ke P-site, namun pada awal pembukaan t-RNA kunci langsung menempati A-site dan bergeser hingga lepas pada bagian E-site t-RNA baru datang dan kemudian terjadi pemanjangan rangkaian asam amino yang kemudian disusun menjadi polipeptida Terminasi Polimerase melepaskan diri pada terminator kodon terminasi Protein faktor pelepas mengikatktan diri pada kodon stop. Penambahan air pada rantai polipeptida. Translasi berhenti sebab kodon stop tidak dapat mengikat suatu aminosil RNAt. Rantai polipeptida terlepas dari ribosom. Prosesnya berakhir ketika ribosom melepas mRNA dan berdisosiasi menjadi subunit 3’ dan 5’ Baca Juga Ciri-Ciri Tanaman Padi Pembahasan Pada DNA DNA mempunyai asam nukleat yang terdiri dari polinukleotida dari unit-unit dioknuklotida yang unit-unit pembangunnya dioksinukleot. Informasi genetic ini umumnya merupakan kumpulan perintah yang mengatur sel untuk melakukan sesuatu. DNA dalam bahasa Inggris disebut deoxyribonucleic acid, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut dengan Asam Deoksiribosa Nukleat. Susunan kimia dari DNA ialah polimer yang dari rantai panjang nukleotida. Fungsi DNA Fungsi utama dari DNA ialah sebagai pembawa materi genetic. Namun demikian fungsi DNA sangat luas yaitu sebagai berikut Membawa materi genetika dari generasi ke generasi berikutnya Mengontrol kehidupan secara langsung maupun tidak Sebagai auto katalis atau penggandaan diri Sebagai heterokatalis atau melakukan sintetis terhadap senyawa lain Pembahasan Pada RNA RNA mempunyai asam nukleat yang terdiri dari polinukleotida dari unit-unit mononukleotida. Polimer RNA tersusun dari ikatan yang berselang-seling antara gugus fosfat satu nukleotida dengan gugus gula ribose dan nukleotida yang lain. Fungsi RNA Untuk fungsi dari RNA sebagai berikut ini. Sebagai penyimpan informasi. Sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik karena berlaku untuk organism hidup. Perbedaan DNA dan RNA Bagian pentosa DNA ialah ribosa, sedangkan pada bagian pentosa RNA ialah dioksiribosa. Bentuk molekul dari DNA ialah heliks ganda sedangkan pada bentuk molekul RNA yang berupa rantai tunggal yang berlipas, sehingga mirip dengan rantai gandai. RNA mengandung basa adenine, guanine dan sitosin seperti DNA tetapi RNA tidak mengandung timin yang sebagai gantinya RNA mengandung urasil. DNA berada di dalam kromosom sedangkan RNA bergantung dari jenis RNA seperti RNA duna yang terdapat di nukleus RNA p atau RNA t yang terdapat di sitoplasma sedangkan RNA r RNA ribosom terdapat di ribosom. Secara alami DNA membentuk RNA sedangkan RNA membentuk protein yang penting bagi makhluk hidup seperti membentuk otot darah, organ tubuh, hormon, enzim dan lain-lain. Baca Juga Alat Pernapasan Katak Demikianlah pembahasan mengenai DNA Dan RNA – Pengertian, Fungsi, Perbedaan, Struktur, Gambar semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

apakah setiap nukleus mengandung dna atau rna